Selasa, 31 Januari 2012

hanya pantun(GALUNGAN)





ngabe pajeng karena ujan
lung"ngan ken angin ani mangan
rahajeng rainan 
galungan lan kuningan


balungan misi tepung tawar
serati ngantep di kenali
galungan dok ngesop lawar
berarti ide dok leme bali


ke buleleng di provinsi bali
tepung tawar di kerabitan
meli kapas ani mebungan
be celeng jaje uli
tipat,lawar aja urutan
memang pas buat menu galungan


malu-malu ke pasar baru
ajak bli ni ani dadi mangku
angge anting warne biru
ngejang bagus di kuping pedidi
tidak perlu pakian baru
dan banyak-banyak uang saku
yang terpenting adalah baktimu
juga srada pada ida sanghyang widhi











Penampahan "GALUNGAN"




Om swasti astu


Sehari sebelum Galungan umat Hindu melaksanakan tradisi pemotongan/penyembelihan hewan yang biasa dikenal dengan hari Penampahan Galungan,jatuh pada dinea Anggara wage wuku Dungulan(Selasa wage dungulan) .Adapun tradisinya adalah memotong hewan (babi,ayam,bebek dan sebagainya) tujuannya agar besok hari raya Galungan dapur bermenukan daging sebagai hidangan untuk keluarga dan tamu yang berkunjung.Penampahan bukan hanya sekedar memotong hewan agar meriah nya susana hari raya “Galunagan”,namun Filosofinya adalah memotong/menyembelih/menghilangkan sifat-sifat hewan yang ada dalam diri manusia,seperti Sad Riipu(6 kegelapan) dan Sapta Timira(7 kemabukan).
Yang dimadsud Sad Ripu(6 kegelapan)  :
1.      Kama                           (hawa nafsu)
2.      Lobha                          (kerakusan )
3.      Akrodha                      (kemarahan )
4.      Moha                           (kebingungan)
5.      Mada                           ( kemabukan)
6.      Matsyaria                     (rasa iri hati)
Yang dimadsud Sapta timira(7 kemabukan) :
1.      Surupa                         (mabuk akan ketampanan/kecantikan)
2.      Dana                            (mabuk harta)
3.      Kulina                          (mabuk akan kebangsawanan)
4.      Yohana                        (mabuk keremajaan/masa puber)
5.      Sura                             (mabuk akan alkohol)
6.      Guna                            (mabuk kepandaian)
7.      Kasuran                       (mabuk keberanian/terlalu berani)
Sifat-sifat hewan di atas yang berkeliaran di dalam diri kita perlu kita “tampah pada hari penampahan galungan ketimbang memotong/menyembelih hewan pedaging.Dengan menampah Sad Ripu dan Sapta Timira dalam diri kita berharap bisa bersih dari kebinatangan(adharma) dan selalu berprilaku manusiawi.Jadi filosopinya adalah menampah hewan piaraan secara Skala dan menampah sifat hewan dalam diri secara Niskala.
            Dengan pisau kedewasaan yang diasah dengan kebijaksanaan kita tusukan Fisafat,Susila dan acara pada leher kehidupan dunia.Dilanjutkan dengan memasaknya berbunbu Tri kaya parisuda(wacika,Manacika dan Kayika) dan menyajikan kedalam piring kehidupan sehari-hari.Tidak lupa juga memberi saus Tri hita karana,lengkap dengan Jus segar Dharma niscaya Moksatham Jagad Hita Ya caiti Dharma” akan kita capai.Astungkare!!!
        
Om Santi,Santi,Santi Om
           
            

Kamis, 26 Januari 2012

Bijak dalam Napal



Om Swasti Astu

Menang bukan harus menghancurkan musuh,menang bukan berarti membakar rumah lawan konflik,menang juga bukan berarti banyak sekutu atau senjata yang ampuh.Menang adalah prilaku bijaksana dan berpikir positif tentang kerugian yang di derita atas semua penindasan.Boleh tertawa selebar mungkin bagi mereka yang sudah menindas,akan tetapi Karmaphala tak bisa di manipulasi.Hanya sesaat untuk bisa bangga atas kesengsaraan lawan.
Hindu yang berati menjauhi kekerasan sangat menjunjung nilai perdamaian,bukan sekedar untuk di akui.Hindu tidak mau ditakuti dari kemenangan atas kekerasan fisik karena ajaran nya suci nan mulia.Kebesaran hati dan kebijaksanaan akan selalu menonjol dalam Hindu.Memang mengalah di bilang kalah,namun mereka tidak mengerti akan kemenangan.
Kita(umat Hindu) kaya akan filsafat,susila dan acara,jadi tidak lah berat untuk menghadapi kasus pembakaran rumah penduduk(bali) di Napal,Selasa 24 Januari 2012.Kebesaran hati dan bijaksananya tindakan harus kita jadikan pertimbangan.Walaupun dipolitisasi oleh pihak tak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu,akan tetapi Hukum Karmaphala tidak bisa dibeli,tidak bisa di manipulasi dan tetap berlaku kepada siapa pun,dimana pun,kapan pun.  
Mencoba untuk sabar,ngalah dan berpikir panjang atas semua kejadian ini.Tetap meningkatkan Srada dan Bhakti kepada Ida Sanghyang Widi Wasa.

Om santi,santi,santi Om

Rabu, 25 Januari 2012

Napal,24-01-12





Perebutan lahan parkir di pasar oleh kedua belah pihak yang bertikai,adanya dendam  lama oleh satu pihak(pri bumi),ada info juga kalau akar masalahnya di mulai dari perkelehaian di suatu hiburan dangdut kira-kira 2 bulan yang menewaskan satu pemuda warga Napal.Apalah itu semua toh sekarang semua jadi panas melanda kedua belah pihak,kerugian materi pun hasilnya.Mana yang benar mana yang salah tentang kerusuhan hari Selasa,24 Januari 2012 di desa Napal  kecamatan sidomulyo Lampung Selatan itu pun belum benar faktanya.Pembelaan terus di layangkan walau hanya dari mulut ke mulut sekedar benteng pertahanan tuk dapat di posisi benar.Tapi korban dari kerusuhan ituterlunta-lunta selama 2 hari di kebun/sawah atau desa tetangga.Rumah di bakar,sepeda motor di bakar(itu yang kelihatan) adalah perbuatan salah,apa masalah sepele berujung seperti ini.

Pengerahan massa bukan pekerjaan mudah perlu orang mahir untuk membakar amarah warga agar bisa mendapat warga/massa banyak.Jadi pertanyaan nya siapa provokatornya????? He he he saya tidak tahu.Mengapa begitu gampang nya mereka meluluh lantahkan desa Napal yang mayoritas umat Hindu-Bali trasmigrasi.

Kalau mau berpikir tuk balas dendam yang bersangkutan aja di bunuh(jika perlu),kenapa harus melibatkan yang lain.Apa yang di bakar(ga kelihatan) juga bisa membuat dendam baru yang tumbuh subur di dunia.Oknum tersebut memang sengaja mencari masalah agar sesuatu itu jadi berkembang ruwet.kalau mau ruwet-ruwetan kami juga mau “lo jual gw beli.....nas keleng cai!!!!”

Andai saja saya bisa nge-LEAK  saya grubuggin semua orang yang telah menindas semeton Napal.Kan ku makan mentah-mentah orang-orang itu,cakar basang nge jemak usus ne kutang di jalane,gorok baeng ne siup getih ne,amah polon ne,tambus matan ne,aanggo gantungan kunci celak ne,suluh bol ne anggo teing tembus kanti bungutte panggang bo ye....nas bedak,,,,,bangke moooo!! 

Senin, 23 Januari 2012

lalu-Ku

datang dari  penjuru kota
bahkan rantau dari desa
berjuang di masa muda
mencari profesi nan mulia


berjuang dengan waktu
bergelut wujudkan sesuatu
angan pertama yang masih semu
tercipta dari sejuta kalbu


tiga purnama terlewati
memilih pemuda-pemudi
yang tangkas dan berbudi
tuk jadi pengabdi negri


dan tibalah pada bukit penuh ilmu
bukit impian,angan dan cita-citaku


hitam putih seragamku
botak pula kepalaku
tinggalkan ayah bundaku
sobat juga asmaraku
tuk digembleng,ditempa juga dan dilatih
jadi penjaga kota di indonesia raya
pelayan,pelindung dan pengayom
kepada bangsa negaraku
jayalah bhayangkaraku!!!!!!!



Minggu, 22 Januari 2012

Lido....."terimakasih!"


perjuangan penuh pengorbanan
perjuangan penuh kedisiplinan
menggapai angan dan mimpi
mengukir cita-cita jua prestasi

mengapai harapan masa depan
harapan dari keluarga
yang tergantung nan mulia
di pundak sang bintara

seribu Do'a dihaturkan kepada sang pencipta
tuk restu menjadi seorang abdi negara
harta pun dikorbankan keluarga
tuk mengejar peluang nyata
sejuta usaha dilakukan orang tua tercinta
tuk mencapai angan dan cita-cita 
hanya demi masa depan sang putra
menjadi prajurit bhayangkara

lido......
kini aku dilatih dan ditempa
walau panas dan hujan menerpa
kutetap tegak bersuka cita
demi amanah orang tua dan keluarga
demi  masa depan dan negara

lido......
kini ku mengerti peran mu
kini kutahu semua jasamu
kini kupaham akan hidupku
tak hanya tuk pribadi
tak hanya jaga gengsi
dan tak pula sekedar profesi
pengejar materi

tak kan ku lupa akan hadirMU
yang telah mengukir indah jalan hidupku
mimpi,cita-cita dan masa depanku
salam hormat ku padaMU
terimakasih ku untuk MU
spn Lido!!!!!! jaya,jaya,jaya!!!!!





Om swastyastu,
nunas ampure titiang

5% di Pure

“Banyak jalan menuju ROMA!” atau “1001 cara” untuk menyelesaikan segudang masalah.kata-kata/kalimat yang sering dikatakan orang disaat terhimpit,terjepit dan berada dalam masalah ekonomi yang sangat sulit untuk di cari penyelesaian.Jutaan ide-ide cemerlang hingga gila bahkan juga miris pun dilakukan seseorang untuk dapat keluar dari benang kusut kemiskinan.Masalah ekonomi,keuangan selalu jadi pangkal permasalahan di negara ini,juga menjadi salah satu motif dari aksi bunuh diri yang dilakukan oleh kaum ekonomi lemah(miskin) berharap semuanya tamat tanpa masalah.

Pada suatu hari masalah ekonomi/keuangan dan kemiskinan melanda sebuah keluarga petani di daerah transmigrasi di Lampung.Pak Putu dengan hidup pas-pasan sebagai petani yang hanya mempunyai lahan garapan 1 hektar kebun jagung yang selalu “gali lobang tutup lobang.” utuk menyambung hidup diri,istri dan kedua anak tercinta.Seiring musim kemarau melanda daerah tersebut kebun sang pak tani pun tidak ada tanaman,karena kekurangan akan aliran/sumber air.Untuk dapur tetap ngebul pak Putu terpaksa banting tulang menjadi kuli bangunan,buruh dan apa saja yang bisa menghasilkan Rupiah pengebul dapur.Istri sakit-sakitan ditambah lagi dengan biaya sekolah kedua anaknya membuat kepala pening 7 keliling.Dengan rambut rontok muka penuh koyo pak Putu mencari solusi dengan cara meminjam uang kepada tetangga hingga ke bos rentenir.tentu semua tidak hanya dengan kekeluargaan,namun 7% per bulan sebagai bunga dan rumah juga ladang semata wayang warisan nenek moyang jadi jaminan.Tambah rontok rambut sang bapak Putu,nafsu makan pun tak ada lantaran pening dan lauk yang tanpa gizi karena tidak bisa beli.

Memandang hampa langit yang kosong pak Putu duduk melamun sambil menghisap tembakau racikan sendiri.Tak lama pak Putu dihampiri oleh sobat karib nya yaitu Pan dobler lalu mereka terlibat perbincangan :
Pan dobler :”Kenapa gerangan anda bengong bak ayam kena grubuk(flu burung versi bali )???”
Pan Putu :”Tidak apa-apa pak dobler.Saya hanya pusing dengan masalah keuangan,mana musim kemarau yang panjang,istriku sakit,juga biaya ujian anak saya!"
Pak dobler :”ooo,begitu???”
Pak Putu : “Saya sudah kesana kesini untuk minjam uang,tapi bunganya besar dan kalau saya gak bisa nebus ladang saya jadi jaminan.pusing kepalaku!!!!!.Apa pak dobler bisa bantu saya????”

Dengan ditemani kopi hitam pekat yang pait tanpa gula plus singkong rebus alami,bak Starbuck cofee dan keju belanda setia menemani hingga percakapan kian jadi curhat dari keluh kesal dari pak Putu.Menetes air mata pak Putu menghempaskan semua masalahnya kepada pak Dobler dan pak Dobler pun berkata :
Pak dobler : “Kenapa nggak mencoba untuk meminjam di Pura saja!!!”
Pan Putu : “Emang bisa minjam uang di pura???”
Pan dobler : “Bisalah!!,coba aja besok.”(dengan wajah meyakinkan)
Pan Putu : “nahh!!,men kujang!! Ube seng ade jalan buen(ya,diapain lagi udah ga da jalan lagi)” 

Manis Tumpek Wayang(hari minggu sehari setelah tumpek wayang) biasa dilakukan Sangkep(rapat bulanan perkumpulan) oleh pedukuhan/banjar desa itu.Sangkep/rapat dibuka oleh ketua adat,diawali Tri Sandya(sembahyang bersama) lalu Om Swastyastu bla bla bla bla.Agenda rapat yang kian banyak memakan waktu yang banyak,mulai dari membahas masalah umat hingga urusan keuangan banjar.Waktu terus berputar tiba lah pada saat-saat yang dinanti yaitu acara peminjaman uang kepada anggota banjar.Dengan sumringah riang binar berharap jalan keluar di depan lalu keluar dari benang kusut seribu kepeningan.Berbekal dari nasehat pak dobler tegak menghampiri Bapak ketua adat,
Pak Putu : “eeeemmmm?????” Pak Putu : “Om swasty astu,Pak adat.”
Pak adat : “Om swasty astu,Pak Putu.Ada apa ya pak?”
Pak Putu : “Begini???? Pak adat! Saya mau minjam uang di Pura? Untuk modal usaha,biaya berobat istri saya dan biaya ujian anak-anak saya.Nggak banyak pak cuman Rp 5.000.000,00 saja.”
Pak adat : “ooo,boleh pak!! Sebelumnya sudah pernah minjam di Pura???”
Pak Putu : “belum pak.”
Pak adat : “belum tahu awig-awignya(aturanya)???”
Pak Putu : “awig-awig?????”(dengan bingung juga penasaran)
Pak adat : “semua boleh minjam uang,tapi berbunga.”
Pak Putu : “Kok berbunga???? Kan di pura!!”
Pak adat : “Walaupun ini khas banjar,namun harus diderdayakan.Agar khas menjadi berkembang dan bisa menutupi biaya-biaya seperti piodalan,rapat di parisada dan membangun pura.”
Pak Putu : “Madsudnya?????? (bingung)
Pak adat : “Begini pak Putu,kalau minjam uang di pura ada bunganya 5% per bulan dan bunga yang 5% itu dibayar setiap sangkep bulannya,dan semua bunga+pinjaman harus dilunasi setelah 6 bulan dimulai sejak hari peminjaman.Kalau tidak bisa melunasi di 6 bulan tersebut maka tanah dan ladang pak Putu akan kami sita dan kami lelang hasil penjualan akan dipakai untuk melunasi pinjaman+bunga yang belum bapak bayar.”(seperti teller di sebuah bank)
Pak Putu : “ooooooo??????” (heran,sambil geleng-geleng kepala)
Pak adat : “Itu jalan yang kami untuk mengembangkan khas banjar.”
Pak adat : “Hasilnya kami alokasikan ke pembangunan pura mengingat pembangunan pura membutuhkan biaya tidak sedikit.”
Pak Putu : “???????” (sambil menunduk sedih)
Pak adat : “Daripada desa tetangga membangunan Pura dengan mengadakan tajen amal (adu ayam khas bali),itu kan uang judi tidak boleh untuk membangun pura.”
Pak Putu : “?????????”
sekali lagi nunas ampura titiang kalau terlalu lancang.....saya hanya ingin mengajak membahasnya saja....semoga pikiran jernih datang dari segala arah...
Om shanti,shanti,shanti Om