Jumat, 17 Agustus 2012

"28"


termenung dalam sisa kehidupan
galau gundah ragu di kegelapan
menunduk malu menatap masa depan
menulis kisah di dua puluh delapan

hela nafas tenagkan jiwa
lirikan terjaga utamakan keluarga
hitam putih goreskan tinta karma
demi lepas, mulia dan bahagia



                                                                       haluan kanan
melintasi jalan menuju nusantara
berliku,berlubang ulah ulama
ras,golongan,agama jadi utama
mengusir garuda,menggoyahkan pancasila

berjubah agama nodai keadilan
melupakan sejarah,jalani kekerasan
tindas minoritas inginkan keseragaman
merobek pustaka,mengacau keamanan
mematahkan “bhineka tunggal ika”

"tanpa malu"

dibalik semangat merah menyala
duduk menikmati hasil pahlawan utama
menggerus sari negara,habis tak tersisa

dibalik bening kesucian putih abadi
terkotori nafsu manusia terkibiri
tanpa malu,tanpa dosa memperkaya diri

    •                                  "tak"
      tak kenal runcingnya bambu

      tak tahu sudirman ditandu

      tak mengerti garuda yang baku 

      tak mendengar soekarno berseru

      terus hisapi sari artha negara

      terus sakiti rakyat jelata,menderita

      tak henti mengeruk sumber daya

      tiada malu perkaya diri semata

      mementingkan kesenangan pribadi

      memenuhi nafsu hasrat duniawi



Kamis, 16 Agustus 2012


MERAH PUTIHku

Merah gagah berani aliri badanku
Membara api menyala di setiap langkahku
Membangunkan mimpi semu malamku

Putih sucimu rasuki tulangku
Kokohkan budi semangat juangku
Bersihkan hati,pancangkan nasionalismeku

Teruslah berkibar di nusantara tercinta
Teduhi rakyat yang kian sengsara
Jayalah merah putih.....INDONESIA!!!!!

Jumat, 10 Agustus 2012


"RASA"

sesuatu tak abadi dalam kokohnya rasa
menyibak kebenaran relung hampa
satya jiwa raga menggoyahkan fakta
dunia fana penuh derita duka lara

melayang rasa hingga satya loka
terbang pupus hempaskan jiwa
berlalu berabu tanpa tersisa
hingga hilang ditelan masa

Selasa, 07 Agustus 2012



"MENCOBA"

dingin asa ini bekukan kalbu
asam dibibir kotor terikat debu
mengucur keringat sedih semu
teringat nikmat lama yang kelabu

mencoba berpaling walau rasa tergoda
mencoba mengabaikan rasa di depan mata
mencoba pergi dan tak kembali
mencoba menjauh dan tak menyentuh lagi.......
mencoba....................