Sabtu, 11 Februari 2012

sosok malam


Kala sang surya tenggelam
Langit bumi pun suram
Menggantikan malam untuk alam
Mengiringi sosok penghias malam

Dinginya angin nan sunyi
Menemani pesona birahi
Menjaja dan memberi
Kepuasan hasrat tak terganti

Mereka ada karena luka
Luka tertipu daya cinta
Karena tak ada lagi tempat menerima
Mereka hadir karena rupiah
Sekedar perias wajah
Dan ekonomi susah
Membelah malam bertubuh sexsi
Memecah kesunyian birahi para lelaki
Memberi tawa pada hati yang sepi
Memberi kenikmatan sorga duniawi

Keharuman,wangi jua ayu di bagi-bagi
Menjaja,menjual diri
Karena lugu tertipu daya
Hingga diam tak berbuat apa apa

Cinta musnah di telan fakta
Sayang terlunturkan duka
Tubuh sexsi tanpa rasa
Hidup hampa dalam dosa
Dosa,nista dan terhina


Harta,Tahta dan Wanita

            Sukses dambaan setiap insan manusia di alam semesta ini,namun sukses tidaklah gratis didapat,tidak  pula gampang untuk dipertahankan.Banyak hambatan juga rintangan dalam meraih kesuksesan.Harta,tahta dan wanita sangat mempengaruhi karir/kisah/jalan hidup dalam meraih dan mempertahankan kesuksessan seseorang.Tiga point ini bisa menjadikan seseorang bermahkotakan emas,berkuasa dan berwibawa,bisa mendapatkan semua yang diinginkan.Namun tidak sedikit pula yang terpeleset jatuh dalam jurang kehancuran dikarenakan tiga point diatas.Dapat dijelaskan tiga point tersebut adalah :

Harta adalah materi duniawi yang bernilai yang berupa uang,tanah,kendaraan dll.Di zaman modern seperti sekarang ini banyak manusia memuja,mengutamakan harta/uang dan mengabaikan kerohanian/ketuhanan.demi kesuksesan.manusia melakukan apa saja demi harta/uang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup atau ingin diakui sebagai manusia berharta.Mulai dari mencari dengan cara wajar hingga tak wajar seperti(korupsi,suap,mencuri, dan sampai menjual diri).Bagi kaum wanita yang salah jalan mereka mencari harta/uang dengan menjajakan badanya hanya untuk harta,ironis memang.”Time is Money”(waktu adalah uang) memang cukup relevan pada zaman sekarang ini(kali yuga) yang selalu di ukur dengan harta/uang.Ada istilah ada uang abang disayang,gak ada uang abang di tendang menjadikan uang/harta diatas cinta/perasaan.Semua tak buruk kalau kita memiliki harta ada kekuasaan disana,dimana semua bisa kita raih dengan harta uang makanan lezat,minuman mahal,mobil dll sampai yang paling menganggumkan adalah dengan uang kita bisa membeli keperawan seseorang atau sekedar melepaskan nafsu birahi.Harta juga menggolong-golongkan manusia terbagi atas beberapa golongan.Harta/uang juga menentukan jodoh yang sudah digariskan oleh yang maha kuasa,hebat memang si Harta/uamg ini.Tentu Harta/uang menetukan kesuksesan seseorang dalam meraih nya sendiri.Bila kita berhati-hati dalam mencari,memanfaatkan dan menghabiskan harta/uang maka kita akan habis oleh harta/uang itu sendiri.

Tahta adalah kekuasaan/jabatan/posisi/wewenang tertinggi dalam suatu lingkup atau bidang.Dari zaman dahulu tahta merupakan tujuan semua manusia di dalam dunia.Dengan bertahta kita dapat meraih semua yang kita inginkan,seperti uang,materi,property,kesenangan juga yang tak kalah dashyat nya wanita.Begitu nikmat bertahta menjadikan manusia melakukan apa saja dalam meraihnya,mulai dengan jalan Dharma(kebenaran) hingga jalan Adharma(kejahatan).Menebar pesona dalam mencari dukungan,berjanji palsu bermulut manis bagai di panggung sandiwara.Menberi uang suap untuk posisi tertentu agar bisa mengeruk pundi-pundi rupiah.Yang lebih gila demi kepentingan jabatan orang rela menjodohkan  dan mengorbankan anak istrinya.Ada juga manusia yang rela meninggalkan agamanya demi jabatan dan posisi tertentu.Persemadian dan praktek perdukunan yang tidak bisa diterima dengan akal sehat pun dilegalkan,ironis memang.Mungkin dengan jalan Dharma(kebenaran) sangat amatlah susah karena membutuhkan kerja keras,disiplin,kepintaran,kesabaran dan waktu yang lama.

Wanita adalah pedamping hidup yang selalu menemani susah senang seseorang yang berharta dan bertahta.Orang sukses pasti akan mencari wanita sebagai  target berikutnya.Dalam masa berumah tangga/Gryhasta(Catur Asrama) posisi wanita sangatlah berpengaruh penting ,sebagai permaisuri dan pengasuh putra-putri.Begitu mulia sehingga wanita selalu jadi kenangan setiap mahkluk karena dari wanita lah terlahir seorang manusia.Akan tetapi keberadaan wanita tidak selalu di posisi yang tepat,hadirnya pihak ke-3 menjadikan wanita sebagai tersangkanya.Ada juga dari wanita lahir lah sebuah masalah baru yang akan membawa pada kehancuran.Bagi manusia berharta dan bertahta wanita adalah kenikmatan dunia yang kapan saja bisa dinikmati.Tak sedikit juga yang berharta dan bertahta menjadi kehilangan semua yang sudah diraihnya dikarenakan wanita. Begitu misteri keberadaan wanita menjadikan dunia bahagia dan hancur tanpa kehadiran wanita.Konversi agama dikebanyakan yang ada di masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab.Jadi kaum laki-laki harus lah dapat memilih/memilih dan memposisikan wanita sesuai keadaan dan kebutuhan setelah bisa meraih harta dan tahta agar semuanya berjalan sesuai rencana.

Jika kita ingin sukses dan terus bertengger di puncak kejayaan maka harus berhati-hati dalam tiga point di atas.Dharma(kebenaran)  jalan pertama atau landasan hukum dasar untuk meraih harta,lalu setelah harta terkumpul dengan cara Dharma maka kita gunakan harta tersebut untuk meraih tahta,agar kita tidak guncang oleh hawa nafsu godaan wanita maka  gunakan kama dengan bijak,sesuai dengan konsep Catur Purusa Artha(Dharma,Artha,kama,moksa).Dengan menerapkan konsep Catur Purusa Artha dalam kehidupan sehari-hari niscaya kita bahagia di hati,di dunia,di swarga loka dan paling utama Moksa(persatuan dengan brahman) akan tercapai.Astungkare

Selasa, 31 Januari 2012

hanya pantun(GALUNGAN)





ngabe pajeng karena ujan
lung"ngan ken angin ani mangan
rahajeng rainan 
galungan lan kuningan


balungan misi tepung tawar
serati ngantep di kenali
galungan dok ngesop lawar
berarti ide dok leme bali


ke buleleng di provinsi bali
tepung tawar di kerabitan
meli kapas ani mebungan
be celeng jaje uli
tipat,lawar aja urutan
memang pas buat menu galungan


malu-malu ke pasar baru
ajak bli ni ani dadi mangku
angge anting warne biru
ngejang bagus di kuping pedidi
tidak perlu pakian baru
dan banyak-banyak uang saku
yang terpenting adalah baktimu
juga srada pada ida sanghyang widhi











Penampahan "GALUNGAN"




Om swasti astu


Sehari sebelum Galungan umat Hindu melaksanakan tradisi pemotongan/penyembelihan hewan yang biasa dikenal dengan hari Penampahan Galungan,jatuh pada dinea Anggara wage wuku Dungulan(Selasa wage dungulan) .Adapun tradisinya adalah memotong hewan (babi,ayam,bebek dan sebagainya) tujuannya agar besok hari raya Galungan dapur bermenukan daging sebagai hidangan untuk keluarga dan tamu yang berkunjung.Penampahan bukan hanya sekedar memotong hewan agar meriah nya susana hari raya “Galunagan”,namun Filosofinya adalah memotong/menyembelih/menghilangkan sifat-sifat hewan yang ada dalam diri manusia,seperti Sad Riipu(6 kegelapan) dan Sapta Timira(7 kemabukan).
Yang dimadsud Sad Ripu(6 kegelapan)  :
1.      Kama                           (hawa nafsu)
2.      Lobha                          (kerakusan )
3.      Akrodha                      (kemarahan )
4.      Moha                           (kebingungan)
5.      Mada                           ( kemabukan)
6.      Matsyaria                     (rasa iri hati)
Yang dimadsud Sapta timira(7 kemabukan) :
1.      Surupa                         (mabuk akan ketampanan/kecantikan)
2.      Dana                            (mabuk harta)
3.      Kulina                          (mabuk akan kebangsawanan)
4.      Yohana                        (mabuk keremajaan/masa puber)
5.      Sura                             (mabuk akan alkohol)
6.      Guna                            (mabuk kepandaian)
7.      Kasuran                       (mabuk keberanian/terlalu berani)
Sifat-sifat hewan di atas yang berkeliaran di dalam diri kita perlu kita “tampah pada hari penampahan galungan ketimbang memotong/menyembelih hewan pedaging.Dengan menampah Sad Ripu dan Sapta Timira dalam diri kita berharap bisa bersih dari kebinatangan(adharma) dan selalu berprilaku manusiawi.Jadi filosopinya adalah menampah hewan piaraan secara Skala dan menampah sifat hewan dalam diri secara Niskala.
            Dengan pisau kedewasaan yang diasah dengan kebijaksanaan kita tusukan Fisafat,Susila dan acara pada leher kehidupan dunia.Dilanjutkan dengan memasaknya berbunbu Tri kaya parisuda(wacika,Manacika dan Kayika) dan menyajikan kedalam piring kehidupan sehari-hari.Tidak lupa juga memberi saus Tri hita karana,lengkap dengan Jus segar Dharma niscaya Moksatham Jagad Hita Ya caiti Dharma” akan kita capai.Astungkare!!!
        
Om Santi,Santi,Santi Om
           
            

Kamis, 26 Januari 2012

Bijak dalam Napal



Om Swasti Astu

Menang bukan harus menghancurkan musuh,menang bukan berarti membakar rumah lawan konflik,menang juga bukan berarti banyak sekutu atau senjata yang ampuh.Menang adalah prilaku bijaksana dan berpikir positif tentang kerugian yang di derita atas semua penindasan.Boleh tertawa selebar mungkin bagi mereka yang sudah menindas,akan tetapi Karmaphala tak bisa di manipulasi.Hanya sesaat untuk bisa bangga atas kesengsaraan lawan.
Hindu yang berati menjauhi kekerasan sangat menjunjung nilai perdamaian,bukan sekedar untuk di akui.Hindu tidak mau ditakuti dari kemenangan atas kekerasan fisik karena ajaran nya suci nan mulia.Kebesaran hati dan kebijaksanaan akan selalu menonjol dalam Hindu.Memang mengalah di bilang kalah,namun mereka tidak mengerti akan kemenangan.
Kita(umat Hindu) kaya akan filsafat,susila dan acara,jadi tidak lah berat untuk menghadapi kasus pembakaran rumah penduduk(bali) di Napal,Selasa 24 Januari 2012.Kebesaran hati dan bijaksananya tindakan harus kita jadikan pertimbangan.Walaupun dipolitisasi oleh pihak tak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu,akan tetapi Hukum Karmaphala tidak bisa dibeli,tidak bisa di manipulasi dan tetap berlaku kepada siapa pun,dimana pun,kapan pun.  
Mencoba untuk sabar,ngalah dan berpikir panjang atas semua kejadian ini.Tetap meningkatkan Srada dan Bhakti kepada Ida Sanghyang Widi Wasa.

Om santi,santi,santi Om

Rabu, 25 Januari 2012

Napal,24-01-12





Perebutan lahan parkir di pasar oleh kedua belah pihak yang bertikai,adanya dendam  lama oleh satu pihak(pri bumi),ada info juga kalau akar masalahnya di mulai dari perkelehaian di suatu hiburan dangdut kira-kira 2 bulan yang menewaskan satu pemuda warga Napal.Apalah itu semua toh sekarang semua jadi panas melanda kedua belah pihak,kerugian materi pun hasilnya.Mana yang benar mana yang salah tentang kerusuhan hari Selasa,24 Januari 2012 di desa Napal  kecamatan sidomulyo Lampung Selatan itu pun belum benar faktanya.Pembelaan terus di layangkan walau hanya dari mulut ke mulut sekedar benteng pertahanan tuk dapat di posisi benar.Tapi korban dari kerusuhan ituterlunta-lunta selama 2 hari di kebun/sawah atau desa tetangga.Rumah di bakar,sepeda motor di bakar(itu yang kelihatan) adalah perbuatan salah,apa masalah sepele berujung seperti ini.

Pengerahan massa bukan pekerjaan mudah perlu orang mahir untuk membakar amarah warga agar bisa mendapat warga/massa banyak.Jadi pertanyaan nya siapa provokatornya????? He he he saya tidak tahu.Mengapa begitu gampang nya mereka meluluh lantahkan desa Napal yang mayoritas umat Hindu-Bali trasmigrasi.

Kalau mau berpikir tuk balas dendam yang bersangkutan aja di bunuh(jika perlu),kenapa harus melibatkan yang lain.Apa yang di bakar(ga kelihatan) juga bisa membuat dendam baru yang tumbuh subur di dunia.Oknum tersebut memang sengaja mencari masalah agar sesuatu itu jadi berkembang ruwet.kalau mau ruwet-ruwetan kami juga mau “lo jual gw beli.....nas keleng cai!!!!”

Andai saja saya bisa nge-LEAK  saya grubuggin semua orang yang telah menindas semeton Napal.Kan ku makan mentah-mentah orang-orang itu,cakar basang nge jemak usus ne kutang di jalane,gorok baeng ne siup getih ne,amah polon ne,tambus matan ne,aanggo gantungan kunci celak ne,suluh bol ne anggo teing tembus kanti bungutte panggang bo ye....nas bedak,,,,,bangke moooo!! 

Senin, 23 Januari 2012

lalu-Ku

datang dari  penjuru kota
bahkan rantau dari desa
berjuang di masa muda
mencari profesi nan mulia


berjuang dengan waktu
bergelut wujudkan sesuatu
angan pertama yang masih semu
tercipta dari sejuta kalbu


tiga purnama terlewati
memilih pemuda-pemudi
yang tangkas dan berbudi
tuk jadi pengabdi negri


dan tibalah pada bukit penuh ilmu
bukit impian,angan dan cita-citaku


hitam putih seragamku
botak pula kepalaku
tinggalkan ayah bundaku
sobat juga asmaraku
tuk digembleng,ditempa juga dan dilatih
jadi penjaga kota di indonesia raya
pelayan,pelindung dan pengayom
kepada bangsa negaraku
jayalah bhayangkaraku!!!!!!!